May 24/19 · 73 hits

(Piala Sudirman 2019) Susy Angkat Bicara Soal Kekalahan dari Denmark

Berita Bulutangkis

bulutangkis-(Piala Sudirman 2019) Susy Angkat Bicara Soal Kekalahan dari Denmark
Indonesia mengakhiri pertandingan penyisihan grup B Piala Sudirman 2019 sebagai juara grup, diikuti dengan Denmark sebagai runner up dan Inggris di posisi terakhir.

(Piala Sudirman 2019) Susy Angkat Bicara Soal Kekalahan dari Denmark

(Nanning, 23/5/2019) Indonesia mengakhiri pertandingan penyisihan grup B Piala Sudirman 2019 sebagai juara grup, diikuti dengan Denmark sebagai runner up dan Inggris di posisi terakhir. Pada penyisihan terakhir, Indonesia dikalahkan Denmark dengan skor 2-3, namun tetap menyandang predikat juara grup karena unggul dalam jumlah kemenangan dibanding Denmark. Di penyisihan sebelumnya, Denmark dikalahkan Inggris dengan skor 2-3, sedangkan Indonesia menang dari Inggris dengan skor 4-1. Di partai pertama, ganda campuran Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja dikalahkan Mathias Christiansen/Sara Thygesen dengan skor 17-21, 11-21. Denmark kian unggul saat Viktor Axelsen mengalahkan Anthony Sinisuka Ginting dengan skor 21-9, 21-16. “Peluang kami memang di ganda campuran, ganda putra dan ganda putri, kalau tunggal memang peluangnya 50-50. Sebetulnya Hafiz/Gloria semangat dan mau menyumbang angka tapi tidak dalam posisi pola permainan normal. Mereka demam panggung, tertekan lawan dan permain mereka tidak keluar,” kata Susy Susanti, Manajer Tim Indonesia. “Ya kami kecolongan di ganda campuran yang tampil tidak maksimal. Bukan berarti ngasih (kemenangan) atau apa, enggak kok, kami mau menang, tiap tanding mau kasih yang terbaik,” tambahnya. “Tunggal Denmark mainnya bersih sekali, kami berharap tadi Anthony bisa ambil,” ujar Susy. Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan menahan laju tim Denmark dan menyumbang angka untuk Indonesia usai mengalahkan Mathias Boe/Kim Astrup dengan skor 22-20, 21-14. Kemenangan Denmark ditentukan tunggal putri Mia Blichfeldt setelah mengalahkan Fitriani dengan skor 21-13, 21-19. Di partai terakhir, Greysia Polii/Apriyani Rahayu menjadi penentu tim menjadi jawara di grup B dengan memetik kemenangan atas Maiken Fruergaard/Sara Thygesen, 21-18, 21-13. “Fitri seharusnya bisa ambil game kedua. Kalau lihat head to head, dua tahun lalu bisa menang, tapi sekarang di bawah kontrol lawan,” ujar Susy. “Kenapa tidak menurunkan Gregoria, karena dari head to head di pertemuan terakhir, Gregoria kalah dari Mia, jadi takutnya kalah di pedenya. Sebetulnya, siapa pun yang diturunkan, Gregoria atau Fitriani, peluangnya sama-sama 50-50. Kalau soal kondisi saat ini, Gregoria dan Fitriani sama-sama fit, semuanya siap diturunkan,” jelas Susy. Indonesia akan menghadapi Taiwan di babak perempat final. Masih ada satu hari rehat bagi tim Indonesia, karena tim dijadwalkan bertanding pada Jumat (24/5), pukul 11.00 waktu Nanning. “Para atlet tetap jaga semangat untuk melawan Taiwan. Situasi di Indonesia yang kurang kondusif sebetulnya membuat kami mau kasih hadiah, mau buktikan kita bisa bersatu angkat nama Indonesia. Makanya atlet kompak dan semangat sekali memberikan yang terbaik untuk indonesia,” pungkas Susy. (*)

Sumber: https://badmintonindonesia.org/app/information/newsDetail.aspx?/8141
Login to give a comment
Post